Dapatkan informasi terbaru mengenai berita disini
SelengkapnyaDapatkan informasi terbaru mengenai Artikel disini
SelengkapnyaMari bertukar cerita dan berdiskusi bersama disini
SelengkapnyaIntelekTuli adalah sebuah forum ilmiah yang memiliki harapan meningkatkan kesadaran Orang Dengar (OD) terhadap kesetaraan hak Teman Tuli (TT) dalam aktivitas kesehariannya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok sosial (masyarakat). Bagi IntelekTuli, Teman Tuli bukanlah objek, melainkan subjek. Orang Dengarlah yang sepatutnya memiliki kesadaran akan eksistensi Teman Tuli.
Intelek diartikan sebagai daya akal budi, kecerdasan berpikir, dan daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaaan dengan pengetahuan. Dalam hubungannya dengan Teman Tuli, IntelekTuli mengandung harapan mewadahi kesadaran akan kesetaraan hak Teman Tuli dalam setiap aktivitasnya.
IntelekTuli berusaha melakukan beberapa aksi berikut ini:
Rona Almos adalah Ketua Tim IntelekTuli. Minat bidang ilmu perempuan kelahiran Padang pada 1981 ini adalah Leksikografi. Beberapa penelitiannya antara lain tentang leksikon, korpus, dan penyusunan ensiklopedia. Karena minat bidang ilmu inilah, penyuka warna pink ini selalu memperhatikan detil hampir semua hal yang dilakukannya. Berawal dari keikutsertaannya pada Pelatihan Penelitian Bahasa Isyarat di Universitas Indonesia pada 2018, dosen Prodi Sastra Minangkabau ini meluaskan pengetahuan tentang bahasa isyarat hingga tersusunlah IntelekTuli.
Alies Poetri Lintangsari adalah Koordinator Bidang Kajian di Pusat Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Dia juga dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya pada universitas yang sama. Penyuka masakan Korea ini sangat aktif dalam kegiatan, baik akademik maupun nonakademik, yang berhubungan dengan penyandang disabilitas.
Menjadi anggota tim IntelekTuli sejak 2023. Pria kelahiran 1976 ini adalah salah satu staf pengajar di Prodi Sastra Minangkabau Universitas Andalas. Minatnya pada bahasa isyarat tumbuh setelah melihat asyiknya tim IntelekTuli berinteraksi dengan Teman Tuli. Fokus bidang kajiannya adalah Cultural Studies.
Rafiq Gusly Abdul Razaq lebih dikenal dengan panggilan akrab “Alun”. Berbeda dengan arti alun dalam bahasa Minangkabau ‘belum’, Alun yang satu ini selalu menjawab alah ‘sudah’ jika diberi tugas atau tanggung jawab. Pemuda kelahiran Padang pada 1997 ini adalah salah satu alumni Prodi Sastra Minangkabau yang kini aktif di Lembaga SURI (Surau Intelectual for Conservation). Bertolak belakang dengan wajah yang tampak seram, Alun berhati lembut dan penyayang yang ditunjukkan melalui pink sebagai warna favoritnya. Sebagai anggota tim IntelekTuli, Alun menjadi koordinator ilustrator pada penyusunan Kamus Bahasa Isyarat edisi cetak.
Juru Bahasa Isyarat
Bergabung dengan IntelekTuli mulai tahun 2024. Bidang ilmu yang kini digeluti dosen Prodi Sastra Minangkabau Universitas Andalas ini adalah Kajian Pascakolonial. Selain itu juga tertarik pada aktivisme IntelekTuli yang mengemansipasi kebutuhan komunitas disabilitas tuli.
Model Bahasa Isyarat
Model Bahasa Isyarat
Model Bahasa Isyarat